Popular Post

Trafic

Facebook

Facebook Follow


Ku ingin tetap berteman, tapi jika bertemannya kami nanti akan menimbulkan kesalahpahaman yang baru lagi..., lebih baik kami menjadi orang yang tidak pernah saling mengenal dan aku akan segera menghilang dari dunianya...

Kesalahpahaman bisa menimbulkan prahara, membuat hati menjadi dilema, batin tersiksa dan jiwa merana. Kini aku telah mengalaminya sendiri. Perasaan dan rasa bersalah terus-menerus menghantui, membuat aku seolah-olah tidak sanggup lagi untuk berdiri menghadapi seluruh isi dunia ini.

Aku benar-benar malu atas sikap dan perbuatanku sendiri, akulah penyebab dari semua kesalahpahaman yang telah terjadi ini, aku pemicu dari timbulnya masalah ini yang ku lakukan dengan keegoisan ku sendiri.

Aku malu pada diriku, aku malu pada Allah, aku malu pada dirimu dan dirinya, karena aku adalah punca segala masalahnya. Kesalahpahaman antara kau dan dia terjadi karena aku, akulah penyebabnya, akulah yang telah bersalah. Tanpa ku sadari, aku telah menjadi "duri" di dalam hubungan kalian. Aku benar-benar bersalah dan sulit tuk dimaafkan. 

Wajar saja jika dia membenciku, aku terima dengan lapang hati. Tapi, setelah ku temui dia kemaren, ku jelaskan apa yang terjadi secara singkat dan detail hingga semua itu menjadi sebuah kesalahpahaman. Dia memaafkanku, entah fakta atau hanya sekedar menghibur saja, aku pun tak tahu. Mungkin dia juga ingin masalah ini bisa cepat selesa..., 

Niatku benar-benar tulus meminta maaf, akhir dari keputusan mereka tidak ku ketahui, entah apa yang terjadi di antara mereka berdua. Yang ku harapkan agar mereka bisa kembali seperti semula dan mereka menganggapku tidak pernah muncul di tengah- tengah mereka, aku pun akan mulai perlahan-lahan menghilang dari pandangan mereka jika semuanya telah selesai tanpa membawa-bawa namaku di tengah-tengah masalah mereka.

Takkan berani lagi ku dekat-dekat dengan hal yang akan membuat orang salah paham dan menilai aku secara "miring". 

Selesaikan masalah secepatnya, jangan biarkan ia semakin berlarut-larut. Jangan menghindar dari masalah dan jangan lari terhadap masalah. Apapun bentuk masalahnya, hadapi walau terasa pahit dan pedih, karena kita akan tersenyum setelah menyelesaikannya. "Optimis Can Be OK"

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Puisi Nhae™ - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -