Popular Post

Trafic

Facebook

Blog Archive

Facebook Follow

Ada tiga lelaki bertemu. Semuanya cacat. Lelaki pertama, terkena penyakit belang; kulitnya dipenuhi bercak-bercak putih. Lelaki kedua, botak; kepalanya tidak ditumbuh sehelai rambut pun. Sedangkan lelaki yang ketiga, buta; kedua matanya tidak bisa melihat apa-apa.

Lelaki yang terkena penyakit belang, berdoa kepada Allah, “ Ya Allah, Ya Tuhanku, sembuhkanlah aku dari penyakit belang yang menutupi kulitku dan membuat buruk rupa serta bentukku ini”.

Lelaki botak tidak mau kalah, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdo’a, “ Ya Allah, Ya Tuhanku, sembuhkanlah diriku dari penyakit botak ini. Tumbuhkanlah rambut diatas kepalaku sebagaimana manusia pada umumnya”.

Tak ketinggalan, lelaki buta juga berdo’a,” Ya Allah, Ya Tuhanku, sembuhkanlah diriku dari kebutaan dan jadikanlah mataku bisa melihat sebagaimana manusia lainnya”.

Pada waktu do’a dipanjatkan, ada malaikat turun dari langit. Malaikat itu menjelma dalam bentuk seorang lelaki yang berwajah tampan bercahaya. Dia diutus oleh Allah swt untuk menguji ketiga lelaki tadi.

Lalu, sang malaikat mendekati ketiga lelaki itu. Dia menanyai mereka satu persatu, ihwal apa yang mereka minta, serta harta apa yang paling mereka sukai.

Lelaki berkulit belang menjawab ,” aku minta tubuhku berbentuk indah dan berkulit bersih mulus. Harta yang aku sukai adalah unta”.

Lelaki botak berkata,” kalau aku, minta rambut lebat dan hitam, yang membuat indah kepalaku. Sedangkan harta yang paling aku inginkan adalah sapi”.

Lelaki buta menyahut,” adapun aku, aku berharap Allah berkenan menyembuhkan mataku dan mengembalikan penglihatanku. Harta yang aku sukai adalah kambing”.

Setelah mendengar itu semua, malaikat mengusap kulit si belang dengan tangannya. Seketika itu juga, kulitnya berubah menjadi indah seperti yang dimintanya. Lelaki itu pun mendapatkan seekor unta yang sedang hamil tua.

Lalu, malaikat mengusap kepala lelaki botak. Tiba-tiba rambut yang hitam lebat telah menghiasi kepala yang tadinya botak, lantas malaikat memberinya seekor sapi yang sedang hamil tua.

Terakhir, sang malaikat mengusap mata lelaki buta, mata itu sembuh dan bisa melihat seketika. Lalu malaikat itu juga memberinya kambing yang sedang hamil tua.

Waktu terus bergulir. Hari-hari telah berlalu, dan tahun telah berganti tahun. Ketiga Lelaki itu hidup dalam kemakmuran dan kecukupan. Mereka semua menjadi orang kaya yang terpandang dan dihormati orang. 

Lelaki pertama memiliki ratusan unta. Lelaki kedua sapinya telah beranak pinak tak terhitung jumlahnya. Sementara itu, lelaki ketiga telah memiliki kandang kambing yang banyak jumlahnya.

Allah ingin menguji ketiga lelaki itu. Dia mengirim kembali malaikat yang dulu pernah dikirim untuk menyembuhkan mereka. Kali ini, malaikat itu menjelma sebagai lelaki yang miskin, pakaiannya kumuh dan compang camping.

Mula-mula, malaikat itu pergi menemui lelaki pertama dan berkata,” aku minta padamu dengan nama Allah yang memberimu tubuh indah dan harta melimpah, aku minta engkau berkenan memberiku bekal untuk melanjutkan perjalanan”. Lelaki pertama itu menjawab, “ ini hartaku, Aku warisi dari kakekku. Aku banyak urusan, pergilah! Tak ada bagian untuk pengemis kumuh dan pemalas sepertimu”.

Malaikat itupun pergi meninggalkan lelaki pertama dan beranjak menuju lelaki kedua dan berkata,” aku minta kepadamu dengan nama Allah, Tuhan yang memberikan rambut indah dan harta melimpah. Sudilah kiranya kau membantu saudaramu yang miskin ini dengan sedikit kenikmatan yang ada padamu?”. Lelaki kedua menjawab,” aku warisi harta ini dari nenek moyangku, pergilah kau dari sini wahai pengemis gembel!!!”.

Malaikat itupun pergi meninggalkannya untuk menemui lelaki ketiga. Setelah bertemu dia berkata,”aku minta padamu dengan nama Allah, Tuhan yang mengembalikan penglihatanmu. Berilah aku seekor kambing saja dari yang engkau punya, agar aku dapat meminum susunya dalam perjalanan”.

Lelaki ketiga menjawab,” ya aku dulu memang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Sebagai rasa syukurku ambillah beberapa kambing yang kau suka dan sisakan sebagian. Demi Allah aku tidak akan menghalangimu untuk ikut menikmati rizki yang telah dikaruniakan Allah kepadaku”.

Malaikat itu lalu berkata,” hartamu akan tetap menjadi milikmu. Allah swt telah menguji kalian bertiga. Allah memberikan ridha-Nya padamu, karena kamu mau mensyukuri nikmat dan mau menyedekahkan sebagian rizki yang diberikan Allah kepadamu. Namun Allah murka kepada kedua temanmu yang telah mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersedekah. Kini mereka berdua kembali seperti sedia kala. Yang satu kulitnya kembali belang dan hartanya lenyap. Dan yang satunya lagi kembali botak dan miskin, tidak memiliki apa-apa”.

“sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. ( QS. Ibrahim : 7 )

====
semoga kita termasuk hamba2-Nya yang pandai bersyukur.

Ref: Ketika Cinta Berbuah Surga

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Puisi Nhae™ - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -