Popular Post

Trafic

Facebook

Blog Archive

Facebook Follow

Berhias merupakan kegemaran para wanita, tak bisa di nafikkan lagi berhias menjadi salah satu fitrah para wanita. Banyak alasan yang mengawali keinginan berhias, dari yang ingin memelihara kecantikan dan keindahan sampai para muslimah yang kurang percaya diri kalo dirinya tidak berhias.

Wanita muslimah memiliki akhlak dan kepribadian yang berbeda dengan wanita kafir atau wanita jahiliyah, begitupun dengan masalah berhias. Wanita muslimah adalah wanita yang selalu menjaga dirinya, kehormatannya, kesopanannya dan rasa malu. Sedangkan wanita jahiliyah adalah wanita yang suka berhias, bersolek, mempertontonkan dirinya untuk menggoda laki-laki... Naudzubillah...

Tabarruj, salah satu potensi yang paling menghancurkan para muslimah pada zaman sekarang. Apa itu tabarruj ???

Tabarruj secara bahasa artinya menyingkap dan mempertontonkan. Sedangkan secara syariat Tabarruj menurut Al Jauhary adalah pertunjukkan perhiasan dan berbagai keindahan wanita kepada kaum lelaki.
” … dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang zaman jahiliyah zaman dahulu ” ( Al Ahzab 33 )
Bentuk Tabarruj wanita zaman jahiliyah zaman dulu yaitu berbaur dengan kaum laki-laki, berjalan berlenggak-lenggok, dan berhias untuk menggoda laki-laki.

Para muslimah berjilbab pun kadang tak menyadari dirinya tengah ber-tabarruj, maka perlu di sadari tabarruj bukan hanya menonjolkan aurat saja, tapi memperlihatkan perhiasannya untuk menarik perhatian laki-laki. Seperti sengaja memperindah wajah dengan hiasan warna-warni selain pada suaminya. Tentu saja bila dia berhias untuk suaminya, hal seperti ini di perbolehkan.

Larangan Tabarruj bukan berarti larangan mutlak untuk mengenakan perhiasan dan berdandan. Wanita boleh mengenakan perhiasan asalkan perhiasan itu tidak mencolok dan wajar, seperti cincin yang sederhana. Mereka juga boleh berdandan dengan ringan untuk sekedar menjaga kebersihan. Boleh juga menggunakan wewangian yang tidak semerbak baunya untuk sekedar menutup bau badan agar orang sekitar kita tidak terganggu dengan bau jilbab kita sehingga timbul kesan muslimah yang jorok, tapi itu pun hanya sekedarnya jangan berlebihan. Asal, semua itu tidak dilakukan untuk menarik perhatian lawan jenis. Sebab, yang disebut dengan Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan kecantikan sehingga menarik perhatian dan mengundang kekaguman lawan jenis. Jika perhiasan atau dandanan tidak menarik perhatian, maka fakta Tabarruj tidak terwujud, sehingga ia tidak tergolong Tabarruj.

Lantas bagaimana kita menghindari Tabarruj ???

Sahabat muslimah,,, Perhiasan yang paling berharga pada muslimah adalah rasa malu dan indikasi rasa malu adalah menundukkan pandangan. Maka tundukanlah pandanganmu. Lalu ikutilah etika berpakaian muslimah yang syar’i, yaitu menutup seluruh tubuh kecuali yang biasa tampak padanya yaitu wajah dan telapak tangan. Tidak transparan dan tidak menonjolkan aurat alias tidak ketat, dan ini disampaikan rasulullah bahwa di antara penduduk neraka adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang mereka tidak masuk surga bahkan tidak pula mencium baunya.,. Naudzubillah...

Lalu janganlah menarik perhatian dengan bau parfum yang menyengat, sehingga para lelaki tergoda oleh kalian. Sehingga kata rasulullah bila wanita itu menggunakan minyak wangi yang menyengat kemudian lewat di depan lelaki maka dia di ibaratkan sama dengan pezina... Naudzubillah...

Sahabat muslimah, Cintamu kepadaNya palsu, jika engkau masih memanjakan Nafsu. Bagaimana engkau yakin telah bersamaNya bila dunia lebih engkau khawatirkan ??? Ingatlah, bahwasanya semua bentuk ibadahmu telah membuatmu bersamaNya adalah karena kesadaranmu saat menyikapi dunia.

Maka pikirkan lah lagi, engkau hendak berhias untuk siapa ??? :)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Puisi Nhae™ - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -