Popular Post

Trafic

Facebook

Blog Archive

Facebook Follow

Sebut saja namaku Dinda. Aku seorang Mahasiswi yang aktif bergaul dengan siapa saja. Siapa saja tanpa terkecuali. Buatku berteman dengan siapa saja itu tak masalah. Aku memang terlahir bukan dari kalangan yang paham agama, namun aku tahu syariat. Aku menjalankan apa yang seharusnya aku jalankan, termasuk menutup auratku. Namun pengetahuanku yang tidak di sertai dengan pemahaman, membuatku jatuh hati pada sosok pria yang menjadi idamanku sekarang. Sosok itu telah mengisi hatiku, perkenalanku dengannya telah membawaku pada pemikiran yang lebih dewasa, yaitu Pernikahan.

”Aku tetap ingin bersamanya Ayah, tolonglah“
”Tidak Dinda, kamu tau Angga berbeda agama denganmu” Ayah menatapku, Aku hanya mampu tertunduk tapi tidak tergoyahkan sedikitpun.
”Pokoknya aku ingin menikah dengannya” Aku berdiri dan melangkah menuju kamarku. Aku banting pintu kamarku,untuk melepaskan kekesalanku.

Aku menangis sejadi-jadinya, ada apa?? kenapa di larang?? Ini jaman modern, tidak ada yang salah menikah dengan yang berbeda agama. Toh aku bisa tetap menjalankan keyakinan masing-masing tanpa harus mengganggu ibadah, yang namanya cinta yaa tetap aja cinta.. aaahhh…ayah payah..

Kebimbangan itu terus saja menghantuiku, tapi cintaku pada Angga tak mungkin terbantahkan. Aku tak bisa lagi jauh darinya. Aku tetap ingin menikah dengannya meskipun semua orang menolaknya.

”Dinda“
Aku menengok, mencari sumber suara. Sahabatku sudah ada di depan pintu kamarku.
”Hay Tika, ku kira gak jadi kesini” aku tersenyum melihat dirinya dengan jilbab biru, terpancar keanggunannya.
”Napa si din, tiap hari keliatannya sedih mulu” Tika mendekatiku yang sedang asik SMS-an sama Angga, lalu duduk di sebelahku.
”Kayak gak tau aja Tika, aku ingin segera menikah dengan Angga“
”Lho kan kamu masih kuliah, udah mikirin nikah aja” Tika mengernyitkan dahi.
”Yee.. apa hubungannya nikah sama kuliah” Kataku tetap tidak mengalihkan pandangan dari HP ku.
”Ya adalah secara kamu belum lulus, ntar pikiranmu kebagi-bagi antara kuliah dan nikah“
”Ah... kebanyakan teori, kalo dipikirin ya susah, kalo dijalanin ya pasti bisa. Kan niat ku bagus, biar menghindari zina, Aku kan cinta sama Allah juga” Aku menimpali.
”Masih inget aja sama Allah ??”
”Maksudmu ??” Aku memalingkan wajahku menatapnya.
”Ngapain kamu mau nikah sama Angga yang  jelas beda agama, yakin gitu kalo dia gak akan ngajak kamu masuk agamanya setelah dia menikahimu. Kamu kan harus nuruti apa kata suamimu, itu kan ajaran yang di kasih Allah. Lah masa kamu mau di suruh masuk agamanya dia. Kayak gak ada cowok muslim aja “
Aku terdiam, menelaah setiap perkataan Tika barusan.
”Coba kamu istikharah aja sekarang ” kata Tika membuyarkan lamunanku.
”Istikharah kok siang-siang“
”Yee...ni anak di bilangin juga, istikharah tuh bisa kapan aja buu..kemana aja si ” Tika tertawa mengejekku.
Perkataan Tika merasuk ke dalam hatiku, gak bisa hilang dari otakku. Aku terus berdoa memohon petunjuk padaNya.

”Assalamualaikum “
Terdengar suara laki-laki di depan rumahku. Aku segera membukakan pintu.
”Waalaikumsalam ” dua pemuda berdiri di hadapanku.
”Cari siapa ya mas” kataku
”Pak Ali nya ada mbak, kebetulan tadi saya di SMS di suruh kesini ba’da Ashar" kata salah seorang dari mereka.
”Oh ada, silahkan masuk, saya panggilkan dulu “
Setelah melihat mereka duduk, aku masuk kedalam memanggil Ayah. Ayahku segera menghampiri mereka. Aku penasaran apa keinginan ayahku sehingga memanggil mereka. Aku diam-diam nguping di dapur.
”Saya ingin konsultasi nih sama ustadz-ustadz muda" kata ayahku.  Oohh..mereka ustadz, kataku dalam hati tetap mendengarkan.
”Anak saya yang barusan tadi, ingin menikah dengan orang yang bukan muslim, saya bingung harus gimana ??“
Aku terkejut, lho masalahku kenapa harus diceritakan sama mereka. Aku gak terima kalo seperti ini.
” Masyallah, memangnya tidak ada pemuda muslim yang mau melamar dia sehingga dia mau dengan orang yang bukan muslim ??” Kata salah seorang dari mereka.
”Entahlah, saya juga kurang tau. Tapi dia tetap ngotot ingin menikah dengan orang itu. Mungkin ustadz-ustadz ini bisa bantu saya mencarikan seorang pemuda muslim yang siap nikah, siapa tau anak saya lebih tertarik dengan pemuda muslim “
”Siapa ya, kamu aja Anwar, aku kan udah nikah. Nah, kamu kan udah siap nikah. Ni ibadah sekalian nolong orang yang  hendak menikahi orang Non Muslim” kata salah seorang dari mereka.
Aku mengintip, yang mana yang namanya Anwar. Hah !!! Orangnya hitam gak seputih Angga. Mungkin kebanyakan jalan-jalan. Dan bajunya.. Aduh..gak banget deh. Gak mau..gak mau..
Orang yang bernama Anwar itu hanya tersenyum.
”Gini aja pak, bolehkah saya mengenal putri bapak. setelah itu saya akan istikharahkan” kata Anwar.
Aku di panggil ayah, aduh..masa aku mau dijodohin sama orang yang gak pernah aku liat sama sekali. Gak pernah aku kenal seluk beluknya.
”Gimana Din ??” Setelah Ayah menjelaskan panjang lebar, aku berpikir, gimana cara menolaknya.
”Kalo diem tandanya setuju lho” Kata temannya Anwar ikut menimpali. Mendengar itu aku sedikit tersulut emosi, enak aja jaman sekarang cewek diem di bilang setuju mulu.
”Gak aku gak mau” Kata ku sedikit berteriak ”kenal aja gak, mana orangnya kayak gini pula, gosong kebanyakan di jemur” Kataku kasar. Setelah berkata seperti itu, aku menyesal lantas terdiam.
”Masyaallah, maaf yah, maaf mas ” kataku tertunduk.
”Kelakukanmu itu gak mencerminkan seorang muslimah Dinda” Ayahku sedikit membentakku.
”Sudah pak, kadang kala wanita tidak mampu menahan perasaannya” Kata Anwar menenangkan.
”Saya tidak memaksa Dinda untuk mau dengan saya, kalo Dinda masih dengan pilihan Dinda, itu terserah Dinda. Saya berniat ibadah karna Allah, saya akan mencintai karna Allah, jadi kalo saya melamar adik secara tiba-tiba seperti sekarang, bukan berarti setelah menikah nanti Allah tidak menurunkan cintaNya, justru cinta yang tidak di mulai dari kemaksiatan itu adalah cinta sejati karna Allah, bukan hanya di mulut.  Anwar meneruskan.
”Kalau pun Dinda menilai saya tidak lebih baik dari orang yang Dinda pilih sekarang, justru Allah tidak berkata demikian. Allah berfirman yang artinya ”Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya. Dan Allah menerangkan ayat-ayatNya (perintah-perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” itu ada di ayat Al Baqarah 221.. dan tentu itu pun berlaku sebaliknya.” Anwar menjelaskan panjang lebar.
Aku terkaget-kaget, juga terkagum-kagum, bukan dengan Anwar tapi dengan Ayat yang di bacakannya. Aku tertegun. Aku terdiam. Tapi aku mencintai Angga. Aku harus gimana ??

”Dinda coba isthikarah dulu??” Kata teman Anwar melihat kediamanku.
Ah benar..istikharah..itu juga yang di ajarkan oleh Tika. Moga saja Allah memberikan petunjukNya.
Aku terbangun dari tidurku, kaget. Apa arti mimpiku barusan ?? Aku berboncengan naik sepeda dengannya..dia bukan Angga tapi Anwar..

Yaa Allah..apakah dia jodoh yang Kau tentukan, tapi aku tak mencintainya ?? Apakah benar aku akan bisa mencintainya jika aku telah menikah dengannya ?? Apakah Allah akan memberikan cinta sejatiNya kalo aku menikahinya karna tanpa terkotori pacaran seperti aku dan Angga ??

Tak ada yang tak mungkin bagi Allah..yaa..Dia yang Aku pilih..!!!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Puisi Nhae™ - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -