Popular Post

Trafic

Facebook

Blog Archive

Facebook Follow

Cinta... Lima huruf yang tak pernah bisa lepas dari kehidupan kita. Entah itu cinta pada orang tua kita, cinta pada saudara kita, cinta pada keluarga kita, suami atau istri kita, anak-anak kita, ataupun mungkin cinta “Monyet “.

Cinta memang sesuatu yang fitrah, kita tak akan mampu untuk menolaknya. Jika saja cinta mampu untuk di tolak maka akan banyak manusia yang menolak cinta ini. Karena sering kali cinta membuat diri kita tersakiti. Entah itu rasa kawatir, ketakutan, kesedihan atau pun kecemburuan, maka banyaknya terjadi bunuh diri ataupun pembunuhan gara-gara cinta yang berlebihan yang tentu saja telah di tunggangi setan... Naudzubillah...

Rasa khawatir, cemas, sedih, cemburu merupakan bumbu-bumbu cinta. Namun hal ini perlu di pertegas bahwa tidak adanya hal yang berlebihan sehingga tidak timbul hal yang disenangi syetan. Namun dibalik itu semua, cinta sering kali di buru, karena sifatnya yang menyejukkan, menyenangkan, mengagumkan, menyemangati dan semua hal yang membuat kita berbunga-bunga.

Kefitrahan itu sendiri sangat di sayangkan apabila digunakan untuk hal yang berbau maksiat dengan mengatas-namakan cinta. Karna cinta itu menyenangkan, maka adanya persepsi yang berkembang bahwa cinta dengan berduaan, bergandengan tangan, bahkan bersentuhan pun serasa itu sudah menjadi hal yang biasa, karena mereka cinta.

Coba bandingkan dengan cinta yang berawal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan membayangkan untuk melakukan maksiat saja kita akan ketakutan. Semua aplikasi cinta yang berawal dan berkahir karna Allah Azza Wa Jalla, hanya akan menimbulkan kebahagiaan, keindahan, kesabaran juga kepasrahan. Cinta kita pada orang tua, saudara, istri atau suami, bahkan terhadap anak-anak kita, meski di bumbu-bumbui rasa khawatir atau cemburu, maka secara tidak langsung kita akan merasakan Keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika kita pasrah terhadap ketetapanNya maupun sabar atas kehendakNya.

Ini lah bedanya ketika cinta dalam hati kita yang di aplikasikan karena syetan atau karena Allah. Bila cinta kita beraplikasi karna kecintaan kita pada Allah Azza Wa Jalla, maka syetan pun tak akan berani mendekat. Namun berbeda bila cinta kita berkiblat karena syetan,maka nafsu syetan yang akan menang.


Bila hati sudah merasakan cinta, maka sajikan fitrah itu hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sungguh indah...!!!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Puisi Nhae™ - Kurumi Tokisaki - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -